Posted 13 Mei 2025 by Bintang
Setiap tahunnya, sekitar 40.000 bayi di Indonesia lahir dengan kebocoran jantung bawaan atau congenital heart defects seperti ASD (Atrial Septal Defect), VSD (Ventricular Septal Defect), atau PDA (Patent Ductus Arteriosus). Sebanyak 24.000 dari mereka memerlukan tindakan operasi pada tahun pertama kehidupan. Angka ini terus meningkat dan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan anak.
Jantung bocor merupakan istilah awam untuk kondisi adanya lubang abnormal di sekat jantung—baik di antara serambi (ASD), bilik (VSD), atau saluran darah utama yang belum menutup sempurna setelah lahir (PDA). Lubang-lubang ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor bercampur, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Beberapa gejala umum yang bisa dikenali sejak dini antara lain:
Napas cepat atau sesak, bahkan saat tidak beraktivitas berat.
Berat badan sulit naik, meskipun asupan makan cukup.
Sering berkeringat berlebihan, terutama saat menyusu.
Kulit kebiruan (sianosis), mudah lelah, atau tampak lemas.
Jika bayi menunjukkan gejala-gejala ini, penting untuk segera melakukan pemeriksaan jantung melalui dokter spesialis anak atau kardiolog pediatrik.
Meski penyebab pasti kelainan jantung bawaan masih belum sepenuhnya diketahui, beberapa faktor risiko yang diduga berperan meliputi:
Pola hidup ibu selama kehamilan, seperti merokok, konsumsi alkohol, makanan olahan berpengawet tinggi, serta paparan bahan kimia berbahaya.
Infeksi selama kehamilan, seperti rubella.
Faktor genetik, termasuk riwayat keluarga dengan kelainan jantung bawaan.
Dulu, sebagian besar kasus jantung bocor harus diatasi melalui operasi terbuka yang berisiko tinggi dan membutuhkan pemulihan lama. Namun kini, teknologi medis telah menghadirkan solusi minim invasif melalui kateterisasi dengan menggunakan alat bernama occluder.
Apa itu occluder?
Occluder adalah alat kecil berbentuk payung logam yang dimasukkan melalui pembuluh darah menggunakan kateter, lalu dikembangkan untuk menutup lubang pada jantung. Prosedur ini biasanya tanpa operasi besar, tanpa membuka dada.

ASD (Atrial Septal Defect): Lubang di antara dua serambi jantung.
VSD (Ventricular Septal Defect): Lubang di antara dua bilik jantung.
PDA (Patent Ductus Arteriosus): Saluran yang seharusnya menutup setelah lahir tetap terbuka, menyebabkan aliran darah abnormal.
Minim nyeri dan lebih aman.✅
Pemulihan lebih cepat daripada operasi terbuka.✅
Tanpa bekas luka besar, cocok untuk bayi dan anak.✅
Risiko infeksi lebih rendah karena tidak perlu membuka dada.✅
Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan teknologi kesehatan terkini, Meditrans bersama Rivarp MEDICAL segera menyediakan teknologi occluder untuk penanganan ASD, VSD, dan PDA di Indonesia.
📞 Hubungi kami: (+62) 812 8000 1102
🌐 Kunjungi: meditrans.id
Meditrans — Solusi Modern untuk Jantung Sehat Si Kecil.