Posted 29 Juni 2026 by Bintang
Dalam ruang tindakan elektrofisiologi (EP), keputusan klinis sering kali ditentukan oleh detail visual yang muncul hanya dalam hitungan detik. Perubahan pola sinyal kelistrikan jantung, respons anatomi terhadap energi ablasi, hingga kejelasan intracardiac electrogram (EGM) memberikan informasi diagnostik yang sangat krusial selama prosedur berlangsung.
Oleh karena itu, sistem perekaman (recording) dan pemantauan (monitoring) di dalam ruang Cath Lab tidak boleh hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi pasif. Sistem ini harus mampu berperan aktif dalam mendukung evaluasi serta pengambilan keputusan dokter spesialis jantung secara real-time.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kasus aritmia, kebutuhan akan visualisasi data klinis yang jernih dan efisiensi workflow menjadi semakin tak terelakkan. Setidaknya, terdapat dua tantangan teknis utama yang sering dihadapi oleh tenaga medis saat melakukan prosedur EP study maupun tindakan ablasi jantung:
| Tantangan Prosedur EP & Ablasi | Solusi Teknologi CardioLab™️ Altix BT22 |
| Pemantauan Cycle Length yang Terbatas Perubahan panjang siklus (cycle length) sering terjadi bertahap dan sulit diamati secara kontinu dengan mata telanjang. | Visualisasi Otomatis Menampilkan analisis cycle length secara otomatis dan beat-to-beat langsung pada layar monitor utama. |
| Interferensi Sinyal (Noise) Tinggi Penggunaan alat stimulasi, kabel, dan energi Radiofrekuensi (RF) ablasi memicu gangguan (noise) pada layar. | Prucka 3 Digital Amplifier Dilengkapi teknologi amplifier tingkat lanjut yang memastikan sinyal EGM tetap jernih dengan gangguan minimal. |
Salah satu indikator paling penting untuk menilai keberhasilan atau respons terapi selama prosedur ablasi adalah perubahan cycle length. Masalahnya, pergeseran interval ini sering kali terjadi secara sangat perlahan dan bertahap. Melakukan pengamatan dan pengukuran manual secara berulang di tengah prosedur yang tegang tentu akan menguras waktu dan konsentrasi operator.
Untuk mengatasi hambatan ini, CardioLab™️ Altix BT22 hadir dengan kemampuan komputasi canggih yang menampilkan metrik cycle length secara otomatis. Data disajikan secara beat-to-beat langsung di layar (heads-up display), sehingga setiap perubahan ritme dapat terdeteksi lebih cepat, akurat, dan tanpa perlu intervensi pengukuran manual.
Lingkungan ruang elektrofisiologi dipenuhi dengan berbagai perangkat elektronik yang memancarkan gelombang elektromagnetik. Pada saat tindakan berlangsung, stimulasi pacing, pergerakan kabel kateter, hingga pelepasan energi radiofrekuensi (RF) dapat menimbulkan noise atau artefak yang menutupi sinyal jantung asli yang sedang diamati.
Sadar akan bahaya misinterpretasi akibat sinyal yang buruk, GE HealthCare membekali CardioLab™️ Altix BT22 dengan Prucka 3 Digital Amplifier. Teknologi amplifikasi sinyal ini dirancang khusus untuk memfilter interferensi medis tingkat tinggi, menjaga agar sinyal tetap tajam, jernih, dan representatif sepanjang prosedur ablasi berlangsung.
Dengan visualisasi cycle length secara real-time dipadukan dengan kualitas sinyal EGM yang optimal, CardioLab™️ Altix BT22 tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga secara langsung mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi, efisien, dan aman bagi keselamatan pasien.
Bawa fasilitas kesehatan Anda selangkah lebih maju dengan adopsi teknologi elektrofisiologi terdepan dari GE HealthCare.
Tertarik untuk mengetahui spesifikasi lengkap dan integrasi CardioLab™️ Altix BT22 untuk rumah sakit Anda?
Hubungi tim representatif PT Meditrans Global untuk konsultasi pengadaan instrumen medis dan dukungan teknis B2B:
📞 Telepon/WhatsApp: (+62) 812 8000 1102
🌐 Website Resmi: meditrans.id