info-image
Mengapa Pasien Bisa Dipasang Lebih dari Satu Ring Jantung? Ini Penjelasan Medisnya

Posted 18 Juli 2026 by Bintang

Pada prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau yang lebih umum dikenal oleh masyarakat sebagai pemasangan ring jantung (stent), setiap pasien akan mendapatkan penanganan yang sangat personal (disesuaikan dengan anatomi tubuh). Tidak semua kasus penyumbatan pembuluh darah koroner memiliki karakteristik, tingkat keparahan, dan lokasi lesi yang sama.

Dalam praktiknya, banyak pasien atau keluarga pasien yang bertanya-tanya: “Mengapa si A hanya dipasang satu ring jantung, sementara si B harus dipasang dua, tiga, atau bahkan lebih?”

Pada artikel ini, kita akan membedah secara mendalam faktor-faktor anatomis dan klinis yang membuat seorang dokter spesialis jantung intervensi memutuskan untuk menempatkan lebih dari satu stent pada pembuluh darah pasien.

Mengapa Ada Pasien yang Dipasang Lebih dari Satu Ring Jantung?

Penyempitan Tidak Selalu Hanya Terjadi di Satu Titik

Penyakit Jantung Koroner (PJK) disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerosis (lemak, kolesterol, dan kalsium) di dinding bagian dalam arteri koroner. Proses pembentukan plak ini tidak selalu berkumpul di satu titik yang rapi layaknya kelereng yang menyumbat pipa.

Sering kali, penumpukan plak terjadi secara sporadis. Penyempitan dapat terjadi di beberapa lokasi sekaligus, baik itu membentang panjang di dalam satu pembuluh darah yang sama, maupun tersebar di lebih dari satu cabang pembuluh darah koroner utama jantung.

Evaluasi awal menggunakan prosedur Angiografi Koroner (Kateterisasi Jantung) sangat krusial. Melalui penyemprotan zat kontras dan pantauan sinar-X (fluoroskopi), dokter dapat memetakan dengan tepat di mana saja letak kemacetan aliran darah tersebut. Dari hasil pemetaan (roadmap) inilah strategi terapi ditentukan.

4 Alasan Medis Mengapa Ring Jantung Bisa Dipasang Lebih dari Satu

Ring jantung dirancang untuk memberikan perancah (dukungan struktural) pada dinding pembuluh darah yang rapuh dan menyempit. Jika cakupan area yang rusak cukup luas, satu ring berukuran standar tidak akan mampu memberikan dukungan yang memadai.

Berikut adalah beberapa pertimbangan utama dokter saat memutuskan penggunaan multistent:

  1. Penyumbatan di Beberapa Pembuluh Darah (Multivessel Disease) Jantung memiliki tiga pembuluh darah koroner utama (LAD, LCx, dan RCA). Jika plak menyumbat dua atau tiga pembuluh darah ini secara bersamaan, dokter perlu memasang stent di masing-masing pembuluh darah yang terdampak agar seluruh area otot jantung kembali mendapat suplai oksigen.
  2. Terdapat Beberapa Titik Sumbatan dalam Satu Pembuluh Darah (Tandem Lesions) Terkadang, dalam satu jalur pembuluh darah yang sama, terdapat dua atau lebih titik penyempitan yang terpisah oleh segmen pembuluh darah yang normal. Jika jarak antar titik ini berjauhan, dokter akan memasang stent terpisah di setiap titik lesi tersebut.
  3. Area Penyumbatan yang Sangat Panjang (Long Lesions) Jika tumpukan plak menyebar sangat panjang di sepanjang dinding pembuluh darah, satu stent (yang umumnya memiliki panjang maksimal sekitar 38-48 mm) tidak akan cukup untuk menutupinya. Dalam kasus ini, dokter akan menggunakan teknik overlapping (tumpang tindih). Dua atau lebih stent akan dipasang secara bersambung layaknya gerbong kereta agar seluruh area plak tertutup sempurna dan mencegah penyempitan berulang di ujung stent.
  4. Kompleksitas Lesi Anatomi (Misal: Bifurcation Lesions) Jika penyumbatan terjadi tepat di persimpangan (cabang) pembuluh darah utama dan pembuluh darah ranting, dokter sering kali harus memasang stent di cabang utama sekaligus di cabang rantingnya. Teknik ini (seperti Culotte atau Crush technique) membutuhkan dua stent untuk memastikan aliran darah di kedua cabang tetap terbuka lebar.

Mitos & Fakta: Apakah Ada Batas Maksimal Pemasangan Ring Jantung?

Sebuah pertanyaan yang sering muncul di ruang praktik adalah mengenai batas toleransi tubuh terhadap benda asing berupa logam medis.

Faktanya, tidak ada angka baku atau jumlah pasti mengenai batas maksimal berapa banyak ring jantung yang dapat dipasang di dalam tubuh seseorang.

Ada pasien yang hidup sehat dengan 5, 7, atau bahkan lebih ring jantung yang terpasang selama beberapa tahun perawatan. Yang menjadi pertimbangan utama dokter BUKANLAH batasan jumlah ring, melainkan:

  1. Bagaimana memulihkan aliran darah seoptimal mungkin.
  2. Bagaimana memilih strategi PCI yang memberikan risiko komplikasi terendah selama prosedur.
  3. Berapa banyak zat kontras dan paparan radiasi yang aman diterima ginjal dan tubuh pasien dalam satu kali prosedur (sering kali, jika butuh banyak stent, pemasangan dilakukan secara bertahap dalam dua waktu yang berbeda/staged PCI).

Kapan Operasi Bypass (CABG) Menjadi Pilihan yang Lebih Baik?

Meskipun teknologi stent terus berkembang pesat (termasuk hadirnya Drug-Eluting Stent dan Bioresorbable Stent), PCI tidak selalu menjadi solusi bagi semua bentuk penyakit jantung koroner.

Pada pasien dengan karakteristik tertentu, memaksakan pemasangan ring jantung dalam jumlah yang sangat banyak justru tidak memberikan hasil kelangsungan hidup jangka panjang yang optimal. Dalam kondisi seperti ini, dokter kardiologi akan merujuk pasien ke dokter bedah toraks kardiovaskular untuk menjalani Operasi Bypass Jantung (Coronary Artery Bypass Grafting / CABG).

Kondisi yang umumnya lebih diutamakan untuk CABG meliputi:

  1. Penyumbatan parah di pangkal pembuluh darah utama sebelah kiri (Left Main Disease).
  2. Penyumbatan difus (menyebar luas tak beraturan) di ketiga pembuluh darah utama (3-vessel disease), terutama jika pasien juga menderita Diabetes Melitus.
  3. Struktur pembuluh darah yang sangat berkelok-kelok atau mengalami kalsifikasi (pengapuran) ekstrem bak batu, sehingga alat kateter dan balon sulit menembus lesi tersebut.

Berbeda dengan PCI yang melebarkan dari dalam, operasi CABG membuat “jalan pintas” (bypass) sama sekali baru menggunakan pembuluh darah sehat yang diambil dari kaki, tangan, atau dada pasien, untuk melewati jalan yang macet total tersebut.

Kesimpulan

Keputusan medis untuk menggunakan satu, dua, atau lebih ring jantung pada prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) murni didasarkan pada perhitungan presisi terhadap anatomi pembuluh darah koroner dan kompleksitas lesi plak Anda. Kemajuan teknologi perangkat kardiovaskular saat ini memungkinkan para dokter untuk menangani penyumbatan yang sangat rumit sekalipun dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Referensi Medis Terpercaya:

  1. Mayo Clinic: Coronary Angioplasty and Stents
  2. American Heart Association (AHA) – Percutaneous Coronary Intervention
  3. Pedoman Praktis Klinis (PPK) Tata Laksana Penyakit Jantung Koroner, PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia).

Dapatkan Update Terbaru Seputar Teknologi Kardiovaskular! Inovasi di bidang kesehatan terus bergerak maju untuk memberikan tingkat kesembuhan dan kenyamanan maksimal bagi para pasien.

๐Ÿ‘‰ Follow Instagram @meditransid untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar teknologi kesehatan, edukasi medis terkini, dan perkembangan dunia kesehatan langsung dari ahlinya.

Meditrans
Posted Bintang

Selamat datang di Meditrans. Sebuah perusahaan kesehatan yang kami dirikan sejak 2012 di Surabaya yang sampai saat ini masih terus mengembangkan dirinya. Bersama tim yang berpengalaman di bidangnya, sejak awal dikembangkan, Meditrans telah melayani banyak rumah sakit dalam hal kebutuhan layanan kesehatan.