Posted 22 September 2026 by Bintang
Dalam dunia kardiologi intervensi, teknologi Percutaneous Coronary Intervention (PCI) terus berkembang pesat untuk memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien. Salah satu inovasi yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah perubahan pada desain dan dimensi ring jantung atau stent.
Jika Anda memperhatikan perkembangan device kardiologi, Anda akan menyadari bahwa desain strut (kerangka kawat) stent masa kini dibuat semakin tipis. Mengapa hal ini dilakukan, dan apakah stent yang tipis masih cukup kuat untuk menopang pembuluh darah?
Pada stent generasi awal (baik Bare Metal Stent maupun Drug-Eluting Stent generasi pertama), ketebalan kerangka logam (strut) bisa mencapai sekitar 120 hingga 140 mikrometer. Ketebalan ini pada masanya dinilai perlu untuk memastikan ring memiliki kekuatan mekanis yang cukup untuk menahan pembuluh darah agar tidak kembali menyempit (recoil).
Namun, seiring kemajuan teknologi material medis, ketebalan strut mulai dipangkas secara drastis. Saat ini, cath lab modern lebih banyak menggunakan teknologi Ultrathin-Strut Stent, yang secara medis didefinisikan sebagai stent dengan ketebalan penyangga kurang dari 70 mikrometer.
Perubahan dimensi ini bukanlah tanpa alasan klinis. Strut yang lebih tipis memberikan berbagai keuntungan mekanis dan biologis yang sangat krusial, terutama ketika menghadapi anatomi pembuluh darah koroner yang kompleks dan berliku.
| Parameter Klinis | Thick-Strut Stent (>100 µm) | Ultrathin-Strut Stent (<70 µm) |
| Fleksibilitas (Deliverability) | Kaku, sulit bermanuver di area berliku | Sangat fleksibel, mudah menembus lesi kompleks |
| Profil Aliran Darah | Berisiko memicu turbulensi lokal | Aliran darah lebih mulus (hemodinamik optimal) |
| Waktu Penyembuhan (Endotelisasi) | Cenderung lebih lama | Jauh lebih cepat |
| Risiko Restenosis & Trombosis | Relatif lebih tinggi | Menurun secara signifikan |
Satu pertanyaan yang sering muncul: “Jika dibuat sangat tipis, apakah stent tidak mudah hancur atau kehilangan kemampuannya menopang dinding pembuluh darah?”
Membuat strut semakin tipis memang tidak berarti otomatis semakin baik jika materialnya sembarangan. Stent tetap mutlak harus memiliki kekuatan radial (mechanical performance) yang memadai.
Di sinilah inovasi material medis berperan. Penggunaan stainless steel pada generasi lama kini telah digantikan oleh paduan logam canggih seperti Cobalt Chromium (CoCr) dan Platinum Chromium (PtCr). Material super-alloy ini memiliki kepadatan dan kekuatan regang (tensile strength) yang jauh lebih tinggi. Berkat material ini, insinyur medis dapat merancang stent berdimensi sangat tipis tanpa mengorbankan sedikit pun dukungan mekanis yang dibutuhkan saat implantasi.
Pemilihan device yang tepat, the right device for the right lesion, sangat menentukan optimalisasi hasil akhir prosedur PCI Anda.
PT. Meditrans Global hadir sebagai distributor alat kesehatan terpercaya yang menyediakan berbagai pilihan teknologi Ultrathin-Strut Stent, balon, serta perangkat kardiovaskular mutakhir lainnya untuk kebutuhan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Referensi Terpercaya: