Posted 13 September 2026 by Bintang
Pemasangan ring jantung (stent) merupakan prosedur intervensi kardiovaskular yang sangat efektif untuk memulihkan aliran darah akibat penyumbatan arteri koroner. Namun, pada kondisi tertentu, penyempitan pembuluh darah dapat kembali terjadi di area yang sebelumnya telah terpasang stent. Kondisi medis ini dikenal sebagai In-Stent Restenosis (ISR).
ISR menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam kardiologi intervensi karena dapat kembali mempersempit lumen pembuluh darah dan mengganggu pasokan oksigen ke otot jantung.
In-Stent Restenosis (ISR) didefinisikan sebagai penyempitan ulang pada segmen pembuluh darah yang telah dipasang stent (atau pada area 5 mm di batas ujung stent) dengan tingkat penyempitan diameter lumen melebihi 50%.
Penyempitan ulang ini umumnya disebabkan oleh dua mekanisme utama:
Risiko terjadinya ISR dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari karakteristik pasien (seperti penderita diabetes melitus), sifat fisik lesi awal, hingga aspek teknis prosedur pemasangan ring.
Salah satu area yang memiliki kecenderungan risiko ISR lebih tinggi adalah area dengan overlapping stents (pemasangan dua atau lebih stent yang saling tumpang-tindih untuk menutupi lesi yang sangat panjang):
| Parameter Evaluasi | Stent Tunggal Standard | Overlapping Stents |
| Indikasi Utama | Lesi penyumbatan panjang standar | Lesi sangat panjang / penyumbatan multipel berturutan |
| Ketebalan Strut Lokal | 1 Lapisan strut | 2 Lapisan strut di area tumpang-tindih |
| Risiko ISR | Standar (lebih rendah pada DES modern) | Relatif lebih tinggi, membutuhkan evaluasi presisi |
Ketika ISR terdeteksi melalui pemeriksaan angiografi atau pencitraan intravaskular (seperti IVUS/OCT), dokter spesialis jantung intervensi akan memilih strategi re-intervensi yang optimal untuk membuka kembali penyempitan:
PT. Meditrans Global terus berkomitmen mendukung kemajuan teknologi kesehatan dan intervensi kardiologi di Indonesia. Kami menyediakan berbagai instrumen medis berkualitas tinggi—mulai dari balon predilatasi spesialis, drug-coated balloons, hingga stent koroner modern—guna mendukung keberhasilan prosedur PCI yang kompleks.
Dapatkan informasi perbekalan dan peralatan medis intervensi untuk fasilitas rumah sakit Anda: