Posted 8 Juni 2026 by Bintang
Tidak semua gangguan irama jantung disebabkan oleh masalah pada “pompa” jantung. Pada beberapa kondisi, sumbernya justru berasal dari sistem kelistrikan jantung itu sendiri. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan adalah kelainan bawaan di mana impuls listrik jantung tidak hanya melewati jalur utama, tetapi juga memiliki jalur tambahan yang dapat menyebabkan percepatan denyut jantung secara tiba-tiba.
Seseorang dapat lahir dengan jalur listrik tambahan di jantung. Kondisi ini dikenal sebagai Wolff-Parkinson-White (WPW) Syndrome, yang merupakan sebuah kelainan bawaan pada sistem kelistrikan jantung.
Pada kondisi kelainan ini, terdapat jalur listrik tambahan (accessory pathway) yang menghubungkan ruang atas dan ruang bawah jantung. Akibatnya, sinyal listrik dapat melewati “jalur pintas” tersebut dan memicu detak jantung yang sangat cepat atau takikardia.
Jalur listrik tambahan ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia), terutama detak jantung yang sangat cepat dan muncul secara tiba-tiba.
Jika Anda atau keluarga memiliki kondisi ini, keluhan yang dapat dirasakan antara lain:
Pada sebagian kasus, gejala-gejala tersebut dapat berlangsung singkat dan hilang dengan sendirinya. Namun, keluhan klinis ini tetap perlu dievaluasi oleh dokter untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Ilmu kardiologi modern telah memiliki protokol penanganan yang sangat efektif untuk mengatasi kelainan kelistrikan ini. Berikut adalah tiga metode utama dalam diagnosis dan penanganan Sindrom WPW:
| Langkah Medis | Fungsi dan Tujuan Utama |
| 1. EKG (Elektrokardiogram) | Untuk mendeteksi pola khas WPW (Wolff-Parkinson-White) dari luar permukaan tubuh. |
| 2. EP Study (Electrophysiology) | Untuk memetakan jalur listrik tambahan di dalam jantung secara presisi. |
| 3. Ablasi | Untuk menghilangkan jalur penyebab aritmia. |
Sebagai catatan penting dalam penanganan aritmia, prosedur Ablasi merupakan salah satu terapi utama pada WPW Syndrome yang terbukti efektif mengembalikan irama jantung menjadi normal.