Posted 26 Oktober 2026 by Bintang
Dalam evaluasi penyakit jantung koroner, Fractional Flow Reserve (FFR) merupakan metode penilaian fisiologis yang digunakan untuk membandingkan tekanan darah koroner distal terhadap tekanan aorta selama kondisi hiperemia. Metode ini membantu dokter dalam menentukan signifikansi fungsional suatu penyempitan (stenosis) secara lebih akurat.
Meskipun Coronary Angiography (CAG) dapat memperlihatkan lokasi dan derajat stenosis secara anatomis, gambaran visual saja terkadang belum cukup untuk menunjukkan seberapa besar signifikansi hambatan aliran darah tersebut. Dengan menggabungkan informasi anatomi dan data fisiologis dari FFR, tenaga medis mendapatkan landasan yang lebih kuat dalam merumuskan strategi revaskularisasi yang tepat.
Pelaksanaan pengukuran FFR melibatkan beberapa tahapan klinis yang terstruktur di ruang kateterisasi:
1. Coronary Angiography: Evaluasi awal untuk memetakan lokasi dan memperkirakan derajat stenosis pembuluh darah koroner.

2. Penempatan Pressure Wire: Pressure wire diarahkan melewati lesi hingga berada di bagian distal arteri koroner guna mengukur tekanan di luar lesi (Pd).

3. Equalization: Sebelum pengukuran dimulai, tekanan pada pressure wire disetarakan dengan tekanan aorta ($Pa$) yang terbaca melalui kateter pemandu (guiding catheter) untuk memastikan akurasi data.

4. Induksi Hiperemia: Adenosin diberikan secara intravena (IV) atau intrakoroner (IC) guna memaksimalkan aliran darah koroner (hyperemia), sehingga signifikansi fisiologis stenosis dapat dinilai melalui rasio tekanan.

5. Pengukuran Tekanan (Pa & Pd): Sistem mencatat tekanan aorta/proksimal (Pa) sebagai acuan dan tekanan koroner distal di bawah lesi (Pd).

6. Perhitungan Nilai FFR: Nilai FFR diperoleh melalui perbandingan matematis antara tekanan distal dan tekanan aorta selama hiperemia (FFR = Pd / Pa).

7. Post-Procedure & Evaluasi Klinis: Hasil FFR membantu dokter memutuskan perlunya tindakan intervensi seperti Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan tetap mempertimbangkan gejala serta kondisi klinis pasien secara menyeluruh.

Berdasarkan standar kardiologi intervensi:

| Tahapan / Parameter | Keterangan Klinis |
| Fungsi Utama FFR | Menilai signifikansi fungsional stenosis koroner secara fisiologis. |
| Parameter Acuan ($Pa$) | Tekanan aorta atau tekanan proksimal. |
| Parameter Target ($Pd$) | Tekanan koroner distal setelah melewati area lesi. |
| Induksi Hiperemia | Pemberian Adenosin (IV/IC) untuk meningkatkan aliran darah maksimal. |
| Ambang Batas Klinis | FFR $\le 0,80$ menandakan stenosis signifikan secara hemodinamik. |
Referensi Medis:
Hanyu Y, et al. Physiological Reports. 2023;11:e15627. doi:10.14814/phy2.15627.
Butuh perangkat FFR dan kebutuhan Cathlab lainnya untuk rumah sakit Anda?
📞 Hubungi kami: (+62) 812 8000 1102
🌐 Kunjungi website: www.meditrans.id