info-image
Pria Meninggal Tersedot Mesin MRI: Pentingnya Protokol Keselamatan Sebelum Pemeriksaan

Posted 5 Agustus 2025 by Bintang

Sebuah insiden tragis baru-baru ini kembali mengingatkan dunia medis akan pentingnya protokol keselamatan sebelum menjalani pemeriksaan MRI. Keith McAllister, seorang pria berusia 61 tahun, meninggal dunia setelah tersedot ke dalam mesin MRI (Magnetic Resonance Imaging) di sebuah pusat medis di New York. Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa kedisiplinan dalam menjalankan prosedur pra-MRI adalah kunci utama keselamatan pasien.


Apa Itu MRI dan Mengapa Bisa Berbahaya?

MRI adalah teknologi pencitraan medis canggih yang menggunakan medan magnet super kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail organ dalam tubuh. Berbeda dengan CT scan atau rontgen, MRI tidak menggunakan radiasi, sehingga lebih aman untuk berbagai kondisi — asalkan dilakukan dengan benar.

Namun, kekuatan magnet dalam mesin MRI bisa sangat besar. Medan magnet ini mampu menarik benda-benda logam, terutama logam feromagnetik seperti besi dan baja, dengan kecepatan dan kekuatan tinggi. Bila ada benda logam di tubuh atau pakaian pasien, maka risiko serius seperti:

  • Cedera fisik pada pasien maupun tenaga medis

  • Kerusakan alat MRI yang harganya miliaran rupiah

  • Hasil pemeriksaan yang terganggu atau tidak akurat


Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Pemeriksaan MRI?

Agar MRI aman dan hasilnya optimal, ada protokol ketat yang wajib dipatuhi:

✅ Lepas semua aksesoris logam
Seperti kalung, anting, jam tangan, pin rambut, ikat pinggang, hingga pakaian dalam dengan kawat logam.

✅ Beritahu petugas MRI
Jika Anda memiliki alat medis berbahan logam seperti pacemaker, ring jantung, implant logam, hearing aid, atau bekas peluru.

✅ Isi dan ikuti form screening dengan jujur dan teliti
Tenaga medis akan mengevaluasi kelayakan Anda untuk MRI. Jangan pernah menyembunyikan riwayat medis berbasis logam.

✅ Ikuti semua instruksi petugas MRI
Keselamatan Anda adalah prioritas utama. Pastikan mengikuti prosedur yang diberikan sebelum masuk ke ruang MRI.


Kesimpulan: MRI Aman, Asal Protokol Dipatuhi

MRI adalah prosedur yang sangat membantu dalam diagnosis penyakit, dari masalah otak hingga jantung dan organ dalam lainnya. Namun, seperti teknologi medis lainnya, MRI hanya aman jika semua protokol keselamatan dijalankan dengan ketat.

Tragedi yang menimpa Keith McAllister seharusnya tidak terjadi — dan bisa dicegah jika standar keselamatan MRI ditaati. Jangan anggap remeh benda logam sekecil apapun, karena dalam medan magnet MRI, risikonya bisa sangat besar.


Butuh Informasi MRI dan Keselamatan Pemeriksaan?

Kami di Meditrans siap membantu Anda dengan edukasi, produk, dan pelatihan seputar MRI serta protokol medis lainnya.

📞 Hubungi kami: (+62) 812 8000 1102
🌐 Kunjungi kami: meditrans.id

Meditrans
Posted Bintang

Selamat datang di Meditrans. Sebuah perusahaan kesehatan yang kami dirikan sejak 2012 di Surabaya yang sampai saat ini masih terus mengembangkan dirinya. Bersama tim yang berpengalaman di bidangnya, sejak awal dikembangkan, Meditrans telah melayani banyak rumah sakit dalam hal kebutuhan layanan kesehatan.