info-image
Seberapa Besar Informasi Tambahan dari IVUS Berdampak pada Outcome PCI?

Posted 4 Oktober 2026 by Bintang

Dalam prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI), penggunaan angiografi koroner telah lama menjadi metode standar. Pemeriksaan angiografi memberikan gambaran lumen pembuluh darah secara 2D. Visualisasi ini sangat membantu dokter dalam menilai lokasi dan derajat penyempitan pada pembuluh koroner pasien. Namun, angiografi memiliki keterbatasan mendasar dalam menilai karakteristik dan struktur pembuluh darah secara langsung.

Di sinilah informasi tambahan dari Intravascular Ultrasound (IVUS) memberikan dampak krusial pada hasil akhir (outcome) PCI.

Keunggulan IVUS Dibandingkan Angiografi Konvensional

Untuk mengatasi keterbatasan visualisasi 2D, IVUS hadir dengan memanfaatkan ultrasonografi langsung dari dalam pembuluh darah. Pendekatan ini menyajikan data anatomis yang tidak dapat diperoleh secara optimal jika hanya mengandalkan angiografi saja.

Melalui pencitraan IVUS, dokter intervensi mendapatkan informasi detail mengenai:

  1. Ukuran dan luas lumen pembuluh darah yang sebenarnya.
  2. Beban (burden) dan karakteristik plak/lesi penyumbat.
  3. Morfologi pembuluh darah secara menyeluruh.
  4. Evaluasi ekspansi dan aposisi stent (memastikan ring jantung menempel sempurna pada dinding pembuluh).

Bukti Klinis: Hasil Studi ADAPT-DES (2018)

Dampak penggunaan pencitraan dari dalam pembuluh darah ini tidak hanya sebatas visual, tetapi juga pada keselamatan jangka panjang pasien. Studi observasional besar ADAPT-DES (2018) secara spesifik mengevaluasi penggunaan IVUS-guided PCI dibandingkan dengan angiography-guided PCI, serta dampaknya terhadap outcome pasien.

Dalam periode follow-up selama 2 tahun, penggunaan panduan IVUS secara meyakinkan dikaitkan dengan penurunan dua komplikasi utama:

1. Penurunan Kejadian Infark Miokard (Myocardial Infarction / MI)

Data pemantauan selama 2 tahun menunjukkan bahwa kejadian Infark Miokard jauh lebih rendah pada kelompok pasien yang menggunakan IVUS, yakni di angka 3,5%. Sebaliknya, insiden pada pasien yang hanya menggunakan panduan angiografi mencapai 5,6%. Secara statistik, IVUS-guided PCI terbukti mampu menurunkan risiko Infark Miokard sebesar 38% (Relative Risk Reduction) dibandingkan angiography-guided PCI.

2. Penurunan Kebutuhan Tindakan Ulang (Target Lesion Revascularization / TLR)

Tidak ada pasien yang ingin mengulang prosedur intervensi. Grafik studi ADAPT-DES juga menunjukkan bahwa dalam 2 tahun follow-up, kebutuhan untuk melakukan tindakan revaskularisasi ulang pada area stent lebih rendah pada kelompok IVUS (5,0%) dibandingkan kelompok angiografi (6,5%). PCI dengan panduan IVUS dikaitkan dengan risiko revaskularisasi ulang pada lesi target yang lebih rendah sebesar 21%.

Kesimpulan

Mengandalkan angiografi saja untuk prosedur intervensi koroner sering kali meninggalkan banyak blind spot terkait kondisi dinding pembuluh darah. Dengan panduan IVUS, pemasangan stent menjadi lebih presisi, yang secara langsung menekan angka serangan jantung berulang dan meminimalisir risiko perlunya tindakan perbaikan stent di masa mendatang.

Tingkatkan Standar Pelayanan Cathlab Anda Hari Ini

Butuh mesin IVUS Pulse Medical dengan teknologi mutakhir untuk kebutuhan ruang kateterisasi (Cathlab) Anda?

📞 Hubungi kami: (+62) 812 8000 1102

🌐 Kunjungi: www.meditrans.id

👉 Follow @meditransid untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar teknologi kesehatan, edukasi medis, dan perkembangan dunia intervensi.

Referensi: Maehara A, et al. Relationship Between Intravascular Ultrasound Guidance and Clinical Outcomes After Drug-Eluting Stents: Two-Year Follow-Up of the ADAPT-DES Study. Circulation: Cardiovascular Interventions. 2018;11:e006243. DOI: 10.1161/CIRCINTERVENTIONS.117.006243.

Meditrans
Posted Bintang

Selamat datang di Meditrans. Sebuah perusahaan kesehatan yang kami dirikan sejak 2012 di Surabaya yang sampai saat ini masih terus mengembangkan dirinya. Bersama tim yang berpengalaman di bidangnya, sejak awal dikembangkan, Meditrans telah melayani banyak rumah sakit dalam hal kebutuhan layanan kesehatan.