Posted 26 Mei 2025 by Cinta
Sekitar 32% pasien penyakit jantung koroner mengalami lesi kalsifikasi pada arteri koroner mereka. Lesi kalsifikasi ini bukan hanya memperberat penyakit, tetapi juga berisiko menyebabkan stent tidak mengembang sempurna (underexpansion), hingga kegagalan pemasangan stent secara menyeluruh.
Kalsium yang mengeras di dinding arteri membuat struktur pembuluh darah menjadi kaku. Akibatnya, saat prosedur pemasangan stent dilakukan, stent sulit mengembang maksimal dan bisa menyebabkan restensosis atau kembalinya penyempitan pembuluh darah.
โDeteksi dan penilaian yang akurat terhadap kalsium sangat penting untuk keberhasilan prosedur pemasangan stent.โ โ ESC Guidelines on Myocardial Revascularization (2023)
Optical Coherence Tomography (OCT) kini hadir dengan fitur AI-based Intelligent Calcium Assessment (ICA), sebuah inovasi yang mampu mengidentifikasi morfologi plak, termasuk kalsium, secara kuantitatif dan presisi tinggi.
-Mengidentifikasi lokasi dan ketebalan kalsium secara otomatis
-Menghitung volume dan skor kalsium secara detail
-Memberikan prediksi risiko underexpansion
-Mempermudah dokter dalam menyusun strategi intervensi
-Tidak mengganggu alur kerja prosedur
Dengan kemampuan analitik berbasis kecerdasan buatan, ICA menjadikan evaluasi lesi kalsifikasi lebih objektif, konsisten, dan efisien.
Melalui fitur ICA pada OCT, dokter intervensi dapat:
Dengan begitu, tindakan menjadi lebih terarah, hasil lebih optimal, dan risiko komplikasi dapat diminimalisir.
Evaluasi visual konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan lesi kalsifikasi. ICA adalah jawaban dari teknologi imaging modern yang revolusioner untuk praktik kardiologi intervensi masa kini.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:
๐ (+62) 812 8000 1102
๐ Kunjungi situs kami: meditrans.id
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7481437/
https://www.escardio.org/Guidelines/Clinical-Practice-Guidelines/ESC-EACTS-Guidelines-in-Myocardial-Revascularisation-Guidelines-for